Total Pageviews

Tuesday, September 01, 2015

Mencinta :Episode Empat Musim

Semi



Panas



Gugur



Dingin



::dinginmu, membuat semiku panas dan kemudian gugur...


@azha
1.09.2015

Monday, June 22, 2015

22:44

I
duadua
juni
sembilanbelastujuhsatu
angkaangka itu
menarinari dalam halamanhalaman hidup
menorehnoreh tinta warnawaarni bianglala
sederhana saja
: tawaran lukisan indah buatmu adalah sebermula

II
dan
duadua
juni
sembilanbelassembilansatu
nafasmu berburu dengan ruap pagi yang marak
sebab ingin kautumpah semua tintatinta kehidupan
merah, hitam, putih, kelabu
tersasar dan tersasar
pada kembara puisi, cinta dan catatan kuliah
: hidup akan selalu mengantarmu pulang, nak..
maka bergembiralah!

III
pada
duadua
juni
duaribulimabelas
ini sebaran noktahnoktah jiwamu yang
beranjak renta pada
lembarlembar stilistika dan katarsis
senandungmu lirih pada paruh senja yang kau piara
namun asa senatiasa disana
:semoga kenanganmu moksa
dan tak lagi netra menimbang hikmah





Cipayung, Duadua Juni Limabelas


Saturday, January 31, 2015

Lelaki Keruh

Telah berhambur katakata
tanpa makna
kebohongan kian berpacak pada tanahtanah sengsara,
manusia alih rupa srigala

dan lelaki itu
lelaki itu keruh
selaksa sungai kotor oleh sampahsampah
tak mampu ia halau
Sesaat di sudut lampau
rimbunan pohonpohon sejarah
memaku jejakjejaknya pada titah
pada bondong media; tv, radio, internet, ponsel :pintar dan tak pintar
: ia lah sang penyelamat!

dan tahbis jatuh padanya:
Sang Penyelamat itu tlah tahta
Ksatria konon impian rakyat
Ksatria penyebar bunga cinta
di jalanjalan angkara
Ialah (seharusnya) damai, harapan dan ada
tanpa bongkol kalimatkalimat retorik
tanpa pidato rasa anggur
:sebab wujud katakata adalah kerja

Ah!
Lelaki itu menyebar kabut, ternyata
pada jejakjejak berlian dibelakangnya
kirikanannya yang sampah bergumpal
bercampur dengan aroma darah

Sungguhkah ialah boneka?
Dari rajutanrajutan benang surrealis yang kian abstrak?
Oleh tirani konspirasi yang menjadi  jagat
: bahwa titah  langit adalah puguh!

Dan lelaki itu kini mengepul asap
setelah jewantah air ia mengabut
entah api,
entah air
berkarut

Cipayung, 31.01.2015

Thursday, January 15, 2015

Notion of Passion



One catharsis
Of Somebody
A tableau
In the light of knowledge
A Manifestation of contemplation
“Cognitive illumination via emotion
Not a purgation of repression”.
That’s what a book said.

What have I said;
Layers of life
Dancing through my mind
Crowded brain
In a serenity
Empty.
Hollow space

:In a zero gravity


Cipayung, 15.01.2015

IN SEARCH FOR A MUSE



Some blog rolling I had done to kill my absurd boredom while trying my utmost to be back to my dissertation. A way of finding my self esteem? Searching my self confidence? An oasis of my highest dryness, or is it a mere escape of all excuses? Lost of concentration, focus failure or a scapegoat? Call them what you like. But time flies. Whether I realize it, you realize it, or not. Not at all. That is not the real matter. And at this very time, it ticks at 1 am in the very next day of I had just realized. A begotten time lapse.  So very yesterday, some people say.  And once again, I curse myself!

It is now the 15th day of 2015…
What have you done?
Still looking for a muse? An inspiration? A motivator? A shadow?
And it is just an old rhyme; a same old song; a same old excuse:
Purging my rough patches. Haha..
Excuses..excuses..excuses..

I have been triggered by some of these young genes; they are superbly motivated, highly hard workers, superiorly committed to their dreams. And they are never being quitters. Never be losers. Consistently being dreamers. A constant pursue. And they keep their promises; being a dreamer. I wonder old people like me (I consider my self old, already: pardon me!), would be a consistent dreamer like them? Will they be, in a time span of their life someday, persistently being dreamers like they always be? Or they used to be?

You see, they jotted down their dreams; in papers, through pens, stamped at their private walls. Aiming high. Listed more than a hundred of dreams. Dreams that, to some people, might be an impossibility. Been screwed, been under estimated, been laughed. They didn’t, in fact, they don’t care at all. They keep running. Running high, sometimes low. Though, they keep in the pace. Of being a muse, of being an inspiration. Those are their motto.They keep remind themselves. They never forget. They strive to be there: on top of their success and become a muse. Inspire! Otherwise, you will be expired!


Cipayung, 15.01.2015

Sunday, September 28, 2014

Mencintamu adalah Angin

mencintamu adalah angin
yang berembus sepoi atau gemuruh

jika sepoi, ia serupa interlud
sejatinya singkat dan maujud
kidungkan doadoa tahajjud
dalam sunyi beribu sujud
berbingkai solitud

atau ia yang separuh ruh
jika gemuruh ia laksana guruh
serupa beliung tajam mencacah waktu hingga luruh

di belantara riuh



lalu menyesap tinggalkan asap
dan tak pernah sekalipun lesap
di sayapsayap malaikat yang menyadap

:mengunduh anugerahMu

Friday, January 24, 2014

On One Bowl of Soup



One day
One bowl soup one day on one afternoon
One heart met one other heart
One long forgotten ardour
(Could they become one?)
One bowl (wished to) melted two hearts
(In an attempt to uphold both)

In the meantime

Heat on other bowl is about to drop
Dissolved by other heart
That  frozen

Soto Ambengan, 24 January 2014

Wednesday, January 22, 2014

Aku dan Hujan




Hujan, ingatkan aku untuk selalu mengatakan:
“Memandangmu adalah terindah
Melihatmu beningkan keruhku”
Mendengar ramaimu tetes demi tetes, rintik bahkan deburmu mampu riuhkan sepiku”
Jangan lupa ingatkan pula aku untuk selalu mengatakan:
Melepasnya adalah sebuah keniscayaan”


Cipayung, 2014

Sunday, November 24, 2013

Tari Sunyi

Sungguh! Tak tau aku..
Menarikan sekuelsekuel indah dalam hidupmu
Seperti netra yang kembara
di gurun yang seperti bara
Atau meracau entah merapal
gitagita mantra yang berubah jadi ajal
antara maya dan nyata
sekelibat kita 

Saturday, September 08, 2012

menolak lupa

adalah waktu yang menjadikanmu abadi
ketika hakhak mereka yang tak berdaya dikebiri
adalah semangatmu yang mampu angkat dan perjuangkan
agar mereka tak teraniaya, tertindas, terbungkam dan termatikan 
walau upayamu santun, lembut, beradab dianggap biadab
menantang rezim, otokrasi dan arogansi
kokoh berdiri ragamu memeluk pertiwi
kukuh menggenggam bendera justicia
mengusap semua yang tersisa lara
walau berbayar darah
dan mati adalah sebutir hikmah
dari semua yang tlah hitam
berbalut kelam

hingga delapan tahun kini

: maka hiduplah dalam ingatan kami!
agar kami tak henti melawan lupa
hiduplah!

*a tribute to Munir Said Thalib

Episode Satu: Kelopak Itu

Dan kelopak itu nyaris gugur
Pada tanahtanah utopis yang kau sebar janjijanji
Terangkai dari residuresidu kenangan
"Memang berandai adalah kemerdekaan yang nyata"
semacam candu paling nikmat
; merasuk, bermetastase, setelah itu mendekam
di loronglorong otak kita paling dalam

Dan selanjutnya kalimat memabukkan hamburkan
ideologi "seharusnya"
: bertemu, bersatu, selalu, selamanya
misalkan stigma itu menyata:  sejatinya kita tak sepadan
sebisa mungkin konsisten mencipta nyaman
bukan berbias beda
yang tak berarah


Thursday, June 21, 2012

Ketika Hati Tak Bersuara

Ketika biola mengirisiris hati
menyisakan serakserak mimpi masih murni
Persis depan mata jatuhkan sepi
titiktitik air pada lautan tak bertepi
Endapkan duka bayangi rindu purba
Gulung riakrak yang jatuh pada bunga

Ketika piano meraung sakau
Hajar seluruh dentingdenting waktu
Tiba pada klimaks kata
Betapa hati tak lagi bersuara

Tuesday, June 19, 2012

Kembalikan Bahagia

bila bahagia adalah milik masa lalu
sungguhkah jejakjejak itu tersusun dimatamu?
namun koleksi memorabiliamu meruap mengungkap
tinggal keranda kisah yang tak pernah terucap
lantas masa depan milik siapa?

aku bersandar pada malam sebab ia adalah misteri kelam
dan burung-burung malam bertaruh mematuk kejam
sisa bintangbintang yang kupoles pelanpelan
berharap menjadi fajar merekah retaskan kita jalan
pada perahu pagi yang kelak berlayar

atau terdampar disurga berbau anyelir dan rosa
atau karam di horison yang vertikal?

seperti inikah ia?
antara ada dan tiada?
bila bahagia adalah milik semua masa lalumu
kembalikan saja bahagiamu! 


Friday, February 24, 2012

Mirror

some has mirrored themselves into their own mirrors
some has found other person's mirror as their mirror
some has stood up only face to face with their mirror
some has sliced their bodies just to be fitted with the mirror
some has struggled to show their beauty beyond mirrors
some has prescribed their future to the mirror
some has lifted their tears inside their mirror
and those some with those fallen teardrops has hidden their melancholy
and those some has declared their mournfulness to the shrine of the mirror
and I found myself into those some...


Wednesday, February 22, 2012

ternyata!

kepada orangorang bergemar teori engkau berserapah, menggumam jejalan paradigma, paradoks, parametri, hingga jejalan paramex di otakmu, kau tak peduli, mengkonstruksi struktur dan sistem hingga mendekonstruksinya kembali berpatahpatah laksana "East meet West" itu yang kau dengungkan, ah, sejuta akademia, profesor, hingga diskusi ilmiah tak buatmu temukan diri, menerobos belantara definisi tersesat diantara dalil menghamba pada variabel pada pendapat pada Socrates pada Plato pada Evolusi pada BigBang pada Kuantum pada pada pada para para para

kukira engkaulah sang bijak, kawan
namun engkau tak lebih dari seorang bohemian
yang latah berselancar bukubuku jurnaljurnal bahkan sampahsampah pada dunia maya
kukira engkaulah titisan Einstein atau paling tidak Gardner, kawan
namun engkau tak lebih dari seorang pejuang yang gigih berplagiat
yang memandang eksotis semua teorema dan pengetahuan

namun diamdiam aku takzim...
ternyata!

Monday, January 16, 2012

Sejak Dulu*



Sejak dulu aku mensyukuri cintaku padamu
Dengan segala indahnya
Juga segala getirnya
Aku mencintaimu
Karena aku mencintaimu
Bukan karena kau mencintaiku
Hingga betapa pun 
Aku merasa diabaikan
Aku tetap dengan cintaku padamu
Aku mencintaimu
Karena aku mencintaimu
Lalu jika titik lintangmu kau cabut
Pada titik bujurku
Jangan kira aku kan kehilangan koordinat
Aku punya cinta
Meski ia tanpa arah
Karena ia telah jadi tuju
Yang membuatku tiba


Friday, January 13, 2012

Dera


Cinta ini, Kekasih
Seperti taman indah tak bermusim
Hingga ketika pintumu menutup perlahan
: semestaku gering

:Tanduskan tanahku
[tahukah engkau raga ini tinggal belulang?]

:Ranggaskan jiwaku
[tahukah engkau puting beliung berputar tak pergipergi?]

:Keringkan airmataku
[tahukah engkau tujuhpuluh ribu bulir telah habis?]

:Piaskan langitku 
[tahukah engkau aku kini zombie?]


Hiruk pikuk dunia tak buatku geming


:sebab tlah kau cerabut kembali semua gemintang yang kau pasang satusatu 

Ku mohon…
Jangan pernah pergi dariku!

Thursday, December 01, 2011

Where Have You Been?


Seumpama lukisan, akulah abstrak
yang berdiri diam dengan mata kelam
Lalu engkau  titip  gemintang padanya
sambil bertanya,
"Where have you been?"
Menyaru Picasso engkau lukisku
dengan rupa emosi, ikon, simbol,
dan secuil katakata, kuat dan hidup:
"Aku mencintaimu, karena aku mencintaimu!
bukan karena kau mencintaiku"*
"Where have you been?"
Akulah pendar semesta pelangi yang mampu biaskan beribu cahaya
sebab engkau ada!
Sampai saat itu mencabikcabik lukisan cinta
 hingga compang camping kini
Atmaku menoleh padaNya dan bertanya,
Wahai, Sang Maha Cinta, kemanakah Cinta?



Monday, November 21, 2011

BERHENTI

seperti daundaun yang digugurkan pohon itu
seperti bintangbintang yang dilahap malam itu
seperti buihbuih yang digulung gelombang itu
seperti  bungabunga yang melepas kelopaknya itu
seperti tetestetes embun yang jatuhkan pagi itu
tak ada tersisa


katakan bagaimana aku melupakanmu!
aku gugu...

Tuesday, November 15, 2011

Serenade Perempuan Kuta

Simpulsimpul waktu mengatur sejarah disini
Dari keheningan surgawi hingga turunnya para Dewata
Dan elok pulaumu bahkan tak indahkan hari
Matari bergeser dari ujung barat ke ujung mata
lalu sembunyi di balik horizon Kuta
lelah yang berbaur keringat dan aroma Tequila
menyaru angin menghembus semua luka
perlahan, lembut, aman, damai, terkendali
:selayak seorang perempuan

sekali lagi, "Sing ken ken, dek..."
hanya ujar mujarab penawar nestapa
Betapa hidup tak peduli ketakmampuan kita
;pada kebodohan, kelaparan, kemalasan, kefakiran
Betapapun masa berusaha adil
sekali lagi, "Sing ken ken, dek.."
ini titah para majikan dari Sentra Indonesia Raya
mereka yang mengusahakan kuasa
atas tanah ini menghisap jengkal demi jengkal
hingga ke dasar bumi para Dewa
Atas nama kemanusiaan mereka coba memanusiakan manusia
mengulur tangan Tuhan seraya manipulasi semesta
mengumbar janjijanji hingga mampu membungkam
hingga menjadi kesewenangan

"Sing ken ken, dek"...


pada pinggir pantai Kuta, September 2011