Jejak, dekaplah yang terberai!
Pada dindingdinding pengetahuan dan langitlangit ilmu, aku teriak, “gerangan adakah kalian? Wahai!”
Patri pada batu perlahan meranggas
Ledakan kejut ideide yang dulu bak cahayacahaya
Menyublim entah kemana
Pada labirin itu,
WhatsApp, X, Telegram, TikTok, Instagram, Facebook, YouTube berteriak sahut-sahutan
kelana tanpa pelana meninggalkan rona; di wajah ibu, wajah anak, wajah nenek, wajah pemuda itu, wajah pemudi ini, bapak X, kakek Y, Z Z Z Z Z Z Z...
Mereka lalu lalang dengan singkatsingkat, tanpa makna, tanpa batas; instan, cepat, pudar, pendar
tiada
makna
dunia sekelebat dalam genggaman
aku, kamu, kita, kalian
hilang
hidup
tiada
makna
Jejak, dekap aku!
Jakarta, 22 Juni 2026